China Was-was Krisis di Ukraina Makin Parah



Aktual Indonesia - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan eskalasi dari situasi di Ukraina bukanlah sesuatu yang ingin dilihat oleh negaranya. Pernyataan ini disampaikan kala ia melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, Sabtu (5/3).

Wang menuturkan krisis di Ukraina harus diselesaikan dengan 'dialog dan negosiasi.' Ia juga mendesak AS, NATO, dan Uni Eropa untuk melakukan 'dialog setara' dengan Rusia, dikutip dari CNN.


Menurut Wang, mereka harus "memperhatikan dampak negatif dari ekspansi NATO ke wilayah timur terhadap keamanan Rusia."


"China mendukung seluruh upaya kondusif untuk de-eskalasi dan penyelesaian politik dari situasi yang terjadi, pun juga menolak seluruh gerakan yang merugikan upaya solusi diplomatik dan menambah bahan bakar ke api," kata Wang.


Sementara itu, Blinken menyatakan Moskow bakal membayar harga tinggi akibat "perang yang direncanakan, tidak beralasan, dan tidak dapat dibenarkan" di Ukraina.


Ia juga menyatakan dunia masih menunggu negara mana yang mendukung prinsip dasar kebebasan, penentuan nasib sendiri, dan kedaulatan.


Seperti diketahui, China dan Rusia memiliki hubungan yang cukup dekat dalam menantang pengaruh Barat. Namun, invasi Moskow ini menimbulkan ancaman dalam hubungan mereka ini.


Beijing kini berada dalam posisi sulit, mengingat negara itu harus mendukung kerja sama strategis mereka dengan Moskow. China juga tak menerapkan sanksi kepada Rusia maupun menyebut tindakan Moskow ke Ukraina sebagai 'invasi.'


Lebih baru Lebih lama

Iklan

Iklan