PM Inggris Boris Johnson Sepakat Mundur!

 


Aktual Indonesia - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson secara resmi mengumumkan bahwa dirinya tidak akan lagi jadi pemimpin Partai Konservatif yang artinya akan mundur dari jabatannya sekarang sebagai PM.

Dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh BBC, Kamis (7/7/2022), Johnson mengatakan hal tersebut merupakan keinginan partainya di parlemen.

"Jelas sekarang keinginan Partai Konservatif parlementer bahwa harus ada pemimpin baru partai dan oleh karena itu, perdana menteri baru," katanya.

Dia mengatakan proses pemilihan pemimpin baru partai dimulai saat ini dan jadwalnya akan diumumkan kembali pada pekan depan.

Mundurnya Johnson sebagai pemimpin partai memang dapat diartikan bahwa dia juga akan lengser dari jabatannya sekarang. Pasalnya, di Negeri Ratu Elizabeth, perdana menteri adalah pemimpin partai yang memenangkan suara terbanyak dalam pemilu dan ditunjuk oleh Ratu.

Adapun, Johnson akan tetap menjabat sebagai PM hingga pemimpin baru Partai Konservatif dilantik pada Oktober mendatang.

Sebelumnya, pemerintahan Inggris nyaris bubar setelah 53 menteri dan pejabat negara mengajukan pengunduran diri.

Hal ini akibat skandal pelecehan seksual Chris Pincher yang tetap diangkat sebagai Deputy Chief Whip. Posisi ini sangat penting untuk mengatur kontribusi partai di parlemen.

Johnson sempat berkukuh untuk melanjutkan pemerintahan. "Tugas seorang perdana menteri dalam situasi sulit ketika dia diberi mandat besar adalah untuk terus berjalan dan itulah yang akan saya lakukan," tegasnya, Rabu (6/7/2022).

Namun demikian, posisi Johnson justru kian rapuh. Belum lama ini, dia menghadapi mosi tidak percaya di parlemen menyusul kandal 'partygate' yang menimpanya.

Dalam mosi tidak percaya tersebut, Johnson berhasil 'lolos'. Namun, kepemimpinannya terus dipertanyakan.

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Iklan